Di persimpangan waktu dan ruang terbentang sebuah kedai—gang belakang Jalan Guyu. Baik di sudut kota maupun di padang pasir tempat bintang-bintang berjatuhan, selamat datang di “gang belakang Jalan Guyu” saat Anda menelusuri labirin realitas. Di kedai ini, tempat waktu tampak tak berujung, pesanlah mimpi dan temui berbagai macam tamu. Saksikan bocah mirip kapibara, Xiao Mo, mengupas cangkang obsesinya dan menemukan “kita” yang samar dan tak terlihat di tengah lapisan mimpi buruk.

